Lhufi begitu sapaan akrabnya tidak pernah menyangka akan menjadi lulusan terbaik Prodi DIII Kebidanan FIKES UMSIDA tahun ini. Putra Bapak Sholeh Udin dan Ibu Susilas Tutik ini mantap memilih menempuh kuliah di jurusan kebidanan sejak dinyatakan lulus sekolah menengah atas. Alasan kenapa ia mantap kuliah di jurusan kebidanan UMSIDA adalah karena lulusannya sangat dipercaya masyarakat di dunia pekerjaan. Yha, lulusan kebidanan UMSIDA sangat kompeten dan profesional menurut Lhufi.

“Pertama kali masuk di FIKES, saya sangat terkesan dengan semua Dosen pengajarnya.. Mereka sudah mengajari saya dari tidak bisa menjadi bisa… kemudian dari yang awalnya gagal menjadi berhasil…” ungkap gadis kelahiran Tahun 1997 ini. Gadis lulusan SMA YPM 2 Sukodono ini juga mengungkapkan bahwa fasilitas pembelajaran di kebidanan sangat memuaskan, ruang kelas dan fasilitas laboratorium yang memadai, karyawan yang ramah dalam melayani mahasiswa, ditambah Dosen yang sabar dan kompeten dalam setiap bidang mengajarnya.

Lhufi tidak menampik bahwa perjalanan studinya tidak selalu “mulus-mulus saja”, banyak batu kerikil yang kadang menyandung kaki dan perjalanannya. Pendidikan di kebidanan UMSIDA terkenal ketat, disiplin, dan butuh konsentrasi yang baik. “Sekali lengah bisa ketinggalan, dan sekali ketinggalan akan berimbas pada kesuksesan di setiap semester…” ungkap gadis berpostur ramping ini. “Niat dari hati dan selalu bersungguh-sungguh adalah kuncinya. Belajar itu adalah sebuah proses, proses harus selalu dijalani, tidak boleh menyerah di tengah jalan…” ujarnya.

Jadwal kuliah yang padat, ditambah dengan tugas yang menumpuk terkadang membuat ia harus pintar membagi waktu. Belum lagi praktikum yang harus dirampungkan guna persiapan ujian praktik yang mana juga menjadi acuan kompetennya seorang lulusan bidan nantinya. Menurut Lhufi, semua itu tidak akan bisa dicapai apabila tidak ada kerjasama yang baik antara dirinya, teman, dan semua civitas akademik di Prodi kebidanan UMSIDA.

Kuliah 3 tahun di UMSIDA sangat terbayar ketika ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Prodi kebidanan pada pelantikan dan pengambilan sumpah lulusan kebidanan yang diadakan tanggal 14 Nopember kemarin. Ia tidak menyangka akan menjadi lulusan terbaik. Ia baru tau akan menjadi lulusan terbaik saat Gladi Bersih acara pelantikan satu hari sebelumnya. “Berdebar kencang jantung ini saat berjalan naik podium mbak…” kenangnya. Ia kaget dan tidak percaya, karena menurutnya banyak teman yang lebih pandai dan kompeten. Tapi rasa syukur setinggi-tingginya tetap dipanjatkan kepada Allah SWT atas anugrah dan rahmat yang indah ini. Tak lupa ia berterimakasih kepada kedua orang tua dan anggota keluarga yang sudah banyak mendukungnya selama 3 tahun bekakangan, kepada teman seangkatan, dosen-dosen, maupun karyawan yang sudah membantunya selama ini.

Pada akhir ceritanya, ia juga mendoakan agar institusi kebidanan UMSIDA semakin berkembang dan maju sehingga dapat mencetak lulusan bidan yang berkualitas dan kompeten di bidangnya. Untuk teman sesame lulusan kebidanan semoga tak patah semangat untuk melanjutkan perjuangan dan tidak mudah menyerah. Semoga selalu dilimpahkan kesuksesan dan keberhasilan dalam tingkat kehidupan selanjutnya. Dan salam untuk adik kelas yang masih menempuh pendidikannya, semoga selalu bersungguh-sungguh dalam belajar dan lulus dengan hasil yang memuaskan.(Iid)

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *